Pada pstingan sebelumnya saya sudah membahas Contoh Skoring Keperawatan Komunitas Nah pada pstingan kali ini saya akan membahas tentang Contoh Format Rencana Keperawatan Komunitas, berikut Format Renpra komunitas
|
NO
|
DIAGNOSA KEPERAWATAN
|
TUJUAN
|
STRATEGI
|
INTERVENSI
|
EVALUASI
|
|||
|
KRITERIA
|
STANDAR
|
|||||||
|
Tujuan Jangka
Panjang
|
Tujuan Jangka Pendek
|
|||||||
|
1
|
Resiko
tinggi terjadinya penyakit yang disebabkan
oleh lingkungan yang tidak sehat
(Diare) di Desa Pasir Mulya
b.d kurangnya pengetahuan dan kesadaran
masyarakat tentang pentingnya kesehatan lingkungan.
|
Setelah dilakukan tindakan
keperawatan selama 2 minggu diharapkan masyarakat Di Desa Pasirmulya terhindar dari penyakit
yang disebabkan oleh lingkungan yang tidak sehat.
|
Setelah dilakukan tindakan
keperawatan selama 3x30 menit masyarakat di Desa Pasirmulya diharapkan :
1. Pengetahuan masyarakat
tentang kesehatan lingkungan meningkat dengan cara : masyarakat mampu
menyebutkan arti dan ciri lingkungan sehat , akibat dari lingkungan tidak
sehat yang dapat menimbulkan Diare serta cara perawatannya.
2. Pengetahuan masyarakat tentang kesehatan lingkungan dan
penyakit-penyakit akibat lingkunagan yang tidak sehat serta cara perawatannya
3. Keterampilan Kader dalam
memberikan penyuluhan tentang kesehatan lingkungan dan penyakit akibat
lingkungan yang tidak sehat serta cara perawatannya
4. Memiliki tempat pembuangan sampah yang
terawat.
5. Mampu mendemonstrasikan kegiatan
yang dapat meningkatkan kebersihan rumah dan lingkungan
|
|
1.
Bina hubungan saling percaya antara
mahasiswa dengan masyarakat.
2.
Berikan pendidikan kesehatan tentang kesehatan lingkungan
dan penyakit akibat lingkungan yang tidak sehat
3.
Berikan pendidikan kesehatan tentang
DIARE
4.
Motivasi kader untuk memberikan
penyuluhan tentang kesehatan lingkungan
5.
Motivasi kader untuk
memberikanpenyuluhan tentang penyakit akibat lingkungan yang tidak sehat
6.
Lakukan penyebaran leafleat tentang
lingkungan sehat, penyakit DIARE
7.
Fasilitasi masyarakat untuk mendapatkan bantuan pengadaan
MCK pada aparat pemerintahan daerah
8.
Kerjasama lintas sektoral untuk pengadaan MCK.
|
Masyarakat memahami akan pentingnya
kebersiha lingkungan dan mengetahui cara – cara untuk meningkatkan atau menjaga
kesehatan lingkungan
|
90% masyarakat di desa
pasirmulya
menyebutkan arti dan ciri diare serta perawatannya.
|
|
|
2
|
Resiko
tinggi terjadinya penularan penyakit disebabkan oleh lingkungan yang tidak sehat (ISPA, TBC) di Desa Pasir
Mulya b.d
kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya
kesehatan lingkungan
|
Setelah dilakukan tindakan
keperawatan selama 2 minggu diharapkan masyarakat Di Desa Pasirmulya terhindar dari penyakit
yang disebabkan oleh lingkungan yang tidak sehat.
|
Setelah dilakukan tindakan
keperawatan selama 3x30 menit masyarakat di
Desa Pasirmulya diharapkan :
1. Pengetahuan masyarakat
tentang kesehatan lingkungan meningkat dengan cara : masyarakat mampu
menyebutkan arti dan ciri lingkungan sehat , akibat dari lingkungan tidak
sehat yang dapat menimbulkan ISPA dan Diare
serta cara perawatannya.
2. Pengetahuan masyarakat tentang kesehatan lingkungan dan
penyakit-penyakit akibat lingkunagan yang tidak sehat serta cara perawatannya
3. Keterampilan Kader dalam
memberikan penyuluhan tentang kesehatan lingkungan dan penyakit akibat
lingkungan yang tidak sehat serta cara perawatannya
4. Memiliki tempat pembuangan sampah yang
terawat.
5. Mampu mendemonstrasikan
kegiatan yang dapat meningkatkan kebersihan rumah dan lingkungan
|
|
1.
Bina hubungan saling percaya antara
mahasiswa dengan masyarakat.
2. Berikan pendidikan kesehatan
tentang kesehatan lingkungan dan penyakit akibat lingkungan yang tidak sehat
3.
Motivasi kader untuk memberikan
penyuluhan tentang kesehatan lingkungan
4.
Motivasi kader untuk memberikan penyuluhan
tentang penyakit akibat lingkungan yang tidak sehat
5.
Lakukan penyebaran leafleat tentang
lingkungan sehat, penyakit ISPA dan TBC
|
Masyarakat memahami akan pentingnya
kebersiha lingkungan dan mengetahui cara – cara untuk meningkatkan atau
menjaga kesehatan lingkungan
|
90% masyarakat di desa pasirmulya meyebutkan arti dan ciri akibat dari lingkungan tidak sehat yang
menimbulkan penyakit seperti ISPA dan TBC
serta cara perawatannya
|
|
|
3
|
Resiko
tinggi penurunan derajat kesehatan pada masyarakat di desa pasir mulya
|
Setelah dilakukan tindakan
keperawatan selama 2 minggu diharapkan masyarakat di Desa Pasirmulya terhindar dari penyakit
yang disebabkan oleh lingkungan yang tidak sehat.
|
Setelah dilakukan tindakan
keperawatan selama 3x30 menit masyarakat di Desa Pasirmulya diharapkan :
1. Pengetahuan masyarakat
tentang kesehatan lingkungan meningkat dengan cara : masyarakat mampu
menyebutkan arti dan ciri lingkungan sehat , akibat dari lingkungan tidak
sehat
2. Pengetahuan masyarakat tentang kesehatan lingkungan dan
penyakit-penyakit akibat lingkunagan yang tidak sehat serta cara perawatannya
3. Keterampilan Kader dalam
memberikan penyuluhan tentang kesehatan lingkungan dan penyakit akibat
lingkungan yang tidak sehat serta cara perawatannya
4. Memiliki tempat pembuangan sampah yang
terawat.
|
|
1.
Bina hubungan saling percaya antara
mahasiswa dengan masyarakat.
2.
Berikan pendidikan kesehatan tentang kesehatan lingkungan
dan penyakit akibat lingkungan yang tidak sehat
3.
Motivasi kader untuk memberikan
penyuluhan tentang kesehatan lingkungan
4.
Motivasi kader untuk memberikan penyuluhan
tentang penyakit akibat lingkungan yang tidak sehat
5.
Lakukan penyebaran leafleat tentang
lingkungan sehat
|
Masyarakat memahami akan pentingnya
kebersihan
lingkungan dan mengetahui cara – cara untuk meningkatkan atau menjaga
kesehatan lingkungan
|
90% masyarakat di desa pasirmulya meyebutkan arti dan ciri akibat dari lingkungan tidak sehat yang
menimbulkan penyakit
|
|
|
4
|
Resiko terjadinya penurunan
kesehatan pada lansia (rematik dan hipertensi) di Desa Pasirmulya
b.d kurangnya pengetahuan terhadap
kesehatan lansia dan perubahan-perubahan yang terjadi pada lansia
|
Setelah dilakukan tindakan
keperawatan pada masyarakat Desa
Pasirmulya
dalam waktu dua minggu maka
diharapkan lansia di Desa
Pasirmulya
memiliki status kesehatan yang optimal
|
Setelah dilakukan tindakan
keperawatan selama 2x30 menit Desa Pasirmulya diharapkan :
1.
pengetahuan masyarakat tentang perawatan penyakit (hipertensi dan
rematik) dan perubahan-perubahan yang terjadi pada lansia meningkat
2.
masyarakat
mampu menjelaskan tentang perawatan penyakit degeneratif pada lansia
3. Pengetahuan kelompok
masyarakat tentang cara merawat lansia dengan rematik, hipertensi, dengan
cara masyarakat mampu menyebutkan pengertian penyebab tanda-tanda dan
gejala, akibat serta cara perawatan lansia dengan penyakit
|
|
1. Kaji tingkat pengetahuan
masyarakat tentang perawatan penyakit degeeratif (hipertensi dan rematik) dan
perubahan-perubahan pada lansia
2. Berikan Pendidikan
Kesehatan tentang pengertian, tanda dan
gejala, penyebab sarta akibat dan cara perawatan dari rematik dan hipertensi
3. Motivasi lansia untuk
melakukan pemeriksaan kesehatan
4. Lakukan penyebaran leafleat
tentang Rematik, hipertensi
|
1. Peningkatan pengetahuan
masyarakat tentang cara perawatan lansia
2. Adanya Motivasi lansia dalam
memeriksa kesehatan
3. Adanya partisipasi lansia
dalam memeriksa tekanan darah
|
90% masyarakat di desa pasirmulya dapat
meyebutkan rematik, hipertensi dan cara
perawatannya
|
|
|
5
|
Resiko
terjadi penurunan derajat kesehatan pada usia
dewasa di Desa PasirMulya
|
Setelah dilaksanakan tindakan keperawatan selama 2 minggu Kurang
pengetahuan tentang KB pada wanita dengan usia subur di Desa Pasirmulya dapat teratasi
|
setelah
dilakukan tindakan keperawatan selama 1x30 menit
diharapkan : pengetahuan masyarakat tentang KB dan
penyakit hipertensi,reumatik
|
|
1. Kaji tingkat pengetahuan
masyarakat tentang perawatan penyakit (hipertensi dan rematik) serta KB
2. Berikan Pendidikan
Kesehatan tentang pengertian, tanda
dan gejala, penyebab serta akibat dan cara perawatan dari rematik dan hipertensi dan KB
3. Motivasi untuk melakukan
pemeriksaan kesehatan
4. Lakukan penyebaran leafleat
tentang Rematik, hipertensi dan KB
|
1. Peningkatan pengetahuan
masyarakat tentang cara perawatan penyakit
2. Adanya Motivasi dalam memeriksa
kesehatan
3. Adanya partisipasi dalam
memeriksa tekanan darah
|
90% masyarakat di desa pasirmulya dapat
meyebutkan KB, rematik, hipertensi dan cara
perawatannya
|
|
|
6
|
Tingginya
prevalensi penyakit akibat kekebalan tubuh pada bayi di desa pasir mulya
|
Setelah dilakukan tindakan
keperawatan selama 2 minggu diharapkan masyarakat Di Desa Pasirmulya terhindar dari penyakit
|
Setelah dilakukan tindakan
keperawatan selama 3x30 menit masyarakat di
Desa Pasirmulya diharapkan :
1.
Pengetahuan masyarakat tentang arti dan manfaat dari ASI
2. Keterampilan Kader dalam
memberikan penyuluhan tentang manfaat ASI
|
|
1.
Bina hubungan saling percaya antara
mahasiswa dengan masyarakat.
2.
Berikan pendidikan kesehatan tentang manfaat ASI
3.
Motivasi kader untuk memberikan
penyuluhan tentang manfaat ASI
4.
Motivasi kader untuk
memberikanpenyuluhan tentang tentang manfaat ASI
5.
Lakukan penyebaran leafleat tentang manfaat ASI
|
Masyarakat memahami arti dan manfaat dari ASI
|
M90% masyarakat di desa
pasirmulya dapat meyebutkan arti dan manfaat dari ASI
|
|
|
7
|
Resiko
tinggi terjadinya gangguan nutrisi pada balita di desa pasir mulya
berhubungan
dengan kurangnya informasi
|
Setelah dilaksanakan tindakan keperawatan selama 2 minggu Kurang
pengetahuan pada ibu yang mempunyai balita di Desa Pasirmulya dapat teratasi
|
setelah
dilakukan tindakan keperawatan selama 1x30 menit diharapkan : pengetahuan masyarakat
terutama Ibu tentang KMS balita
|
|
1. Kaji tingkat pengetahuan
masyarakat tentang gizi bayi dan balita
2. Berikan pendidikan kesehatan
tentang gizi bagi bayi dan balita
3. berikan informasi tentang
gizi pada bayi dan balita pada masyarakat (Ibu)
4. motivasi keluarga untuk
memberikan bayi dan balita gizi yang seimbang
5. berikan makanan tambahan :
telor, buah-buahan dan biskuit
6. motivasi kader untuk
memberika penyuluhan tetang gizi balita
7. Lakukan penyebaran leafleat
tentang gizi pada balita
|
1. Grafik KMS balita di area
warna hijau
2. Peningkatan angka kunjungan
balita ke Posyandu
3. Peningkatan pengetahuan
masyarakat tentang gizi kurang
4. Peningkatan kemampuan kader
dalam memberikan penyuluhan tentang gizi kurang
|
90% masyarakat
di desa pasirmulya dapat meyebutkan
tentang nutrisi pada
balita dan dapat membaca KMS
|
|
|
8
|
Penurunan
derajat kesehatan pada anak usia sekolah di desa pasir mulya
|
Setelah dilaksanakan tindakan keperawatan selama 2 minggu Kurang
pengetahuan pada anak usia sekolah di Desa Pasirmulya dapat teratasi
|
setelah
dilakukan tindakan keperawatan selama 1x30 menit
diharapkan : pengetahuan masyarakat terutama anak usia
sekolah dapat meningkat
|
|
1. Kaji tingkat pengetahuan anak tentang PHBS dan perawatan penyakit diare
2. Berikan Pendidikan
Kesehatan tentang PHBS dan perawatan penyakit diare
3. Berikan Pendidikan
Kesehatan dan keterampilan pada anak tentang
PHBS dan perawatan
penyakit diare
4. Lakukan penyebaran leafleat
tentang PHBS dan diare
|
1. Peningkatan pengetahuan anak tentang
PHBS dan
perawatan penyakit diare
2. Adanya Motivasi lansia dalam
cuci
tangan 7 langkah
|
90% anak di desa pasirmulya dapat
meyebutkan PHBS dan diare
|
|
|
9
|
Resiko
tinggi terjadinya penurunan derajat kesehatan pada remaja di Desa Pasirmulya
|
Setelah dilaksanakan tindakan keperawatan selama 2 minggu Kurang
pengetahuan pada remaja tentang pentingnya bersosialiasi dilingkungan tempat
tinggal, reproduksi, bahaya narkoba, dan pergaulan remaja di Desa Pasirmulya
dapat teratasi
|
setelah dilakukan tindakan
keperawatan selama 1x30 menit
diharapkan : pengetahuan masyarakat terutama remaja mengetahui tentang
pentingnya bersosialiasi dilingkungan tempat tinggal, reproduksi, bahaya
narkoba, dan pergaulan remaja di Desa Pasirmulya
|
|
1. Kaji tingkat pengetahuan remaja tentang narkoba
2. Berikan Pendidikan
Kesehatan tentang narkoba
3. Berikan Pendidikan
Kesehatan dan keterampilan pada remaja
tentang narkoba
4. Lakukan penyebaran leafleat
tentang narkoba
|
1. Peningkatan pengetahuan remaja tentang
narkoba
|
90% remaja di desa pasirmulya dapat
meyebutkan tentang narkoba
|
|
|
10
|
Resiko
tinggi terjadinya perilaku negative
pada remaja di Desa Pasirmulya
berhubungan dengan kurangnya
informasi
|
Setelah dilaksanakan tindakan keperawatan selama 2 minggu Peningkatan
kegiatan positif pada remaja
|
setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2x30 menit diharapkan : terjadi peningkatan kegiatan positif pada remaja
|
|
1. Kaji tingkat pengetahuan remaja tentang perilaku
negative pada remaja
2. Motivasi remaja untuk melakukan kegiatan
|
1. Adanya Motivasi untuk
melakukan kegiatan pada remaja
|
90% remaja di desa pasirmulya melakukan
kegiatan
|
|
|
11
|
Kurangnya
sosialisasi desa siaga di desa pasir mulya
|
Setelah dilakukan tindakan
keperawatan selama 2 minggu diharapkan masyarakat Di Desa Pasirmulya mengetahui tentang desa siaga
|
Setelah dilakukan tindakan
keperawatan selama 2x30 menit masyarakat di Desa Pasirmulya diharapkan :
Pengetahuan masyarakat tentang desa siaga
|
|
1.
Bina hubungan saling percaya antara
mahasiswa dengan masyarakat.
2.
Berikan pendidikan kesehatan tentang desa siaga
3.
Motivasi kader untuk memberikan
penyuluhan tentang desa siaga
|
Masyarakat memahami tentang desa
siaga
|
90% masyarakat di desa pasirmulya dapat memahami tentang desa siaga
|
|
No comments:
Post a Comment
Mohon kritik dan saran dari para pembaca untuk kemajuan blog ini. TERIMAKASIH