BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Masalah kematian ibu di Indonesia masih merupakan
masalah yang sangat besar, berdasarkan survei demografi dan kesehatan Indonesia
( SDKI ) , tahun 2002/2003 Angka kematian ibu ( AKI ) di Indonesia masih berada di angka
307 per 1000 kelahiran hidup.
Demikian pula angka kematian bayi ( AKB ), khususnya angka kematian bayi baru lahir berada kisaran 45
per 1000 kelahiran hidup.
Penyebab masalah ini ada secara langsung dan tidak
langsung, penyebab langsung meliputi perdarahan, infeksi, eklamsi, partus lama
dan komplikasi,juga abortus, penyebab kejadian yang paling utama adalah
perdarahan, sedangkan penyebab tidak langsung adalah meliputi anemia, kurang
energi kronis, dan kadang-kadang 4 terlalu
( Terlalu tua,
terlalu sering, terlalu muda, dan terlalu banyak ). Selain beberapa faktor di atas ada beberapa faktor lain yang dapat mempengaruhi Angka
kematian Ibu, Diantaranya adalah derajat kesehatan ibu dan kesiapan ibu untuk
hamil serta pengawasan dan perawatan setelah persalinan.( www.Indo skripsi com )
Berdasarkan pengamatan WHO, Angka kemtian ibu adalah
sebesar 500.000 jiwa dan angka kematian bayi sebesar 10.000.000 jiwa setiap
tahunnya..Kejadian kematian ibu dan bayi sebagian besar terdapat dinegara
berkembang yaitu sekitar 98%
sampai 99%. Dengan
demikian dapat disimpulkan bahwa kemungkinan kematian ibu dan bayi di negara
berkembang 100 kali lebih tinggi dibandingkan dengan negara maju.
Kematian
maternal dapat terjadi pada saat pertama pertolongan persalinan, Penyebab
utama kematian ibu adalah Trias (Perdarahan , Infeksi, gestosis). Sedangkan
penyebab kematian perinatal adalah asfiksia, trauma persalinan, dan
prematuritas atau Berat Bayi
Lahir Rendah (BBLR) dan
infeksi neonatorum.
Memperhatikan
penyebab kematian maternal dan perinatal tersebut, Bank dunia WHO, UNFPA, dan
beberapa organisasi donor dunia menyelenggarakan komperensi “Safe Matherhood”
di Nairobi, Kenya dengan tujuan mendorong gerakan dunia untuk memperhatikan
kesejahteraan ibu sehingga angka kematian maternal dan perinatal dapat
diturunkan. (Manuaba, Ida Bagus Gde, SpO)
Dari uraian di atas penyusun melakukan Asuhan
Kebidanan secara Komprehensif, pengambilan kasus ditentukan pada Asuhan
kebidanan sejak kehamilan trimester III, bersalin sampai nifas dan termasuk
pada bayinya. Supaya dapat terdeteksi secara dini yang mungkin akan terjadi.
Perlu upaya keras dan kerja sama dari semua pihak
untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi sebagai calon penerus generasi
bangsa, namun yang menjadi kunci utama adalah kesadaran dari klien, keluarga, dan pengetahuan tentang gejala
komplikasi selama kehamilan, bersalin, dan nifas. Dan tindakan yang cepat untuk
segera meminta pertolongan ke fasilitas kesehatan yang terdekat.
Apalagi dengan melihat tema hari kesehatan sedunia
tahun 2005 “Ibu sehat
Anak sehat setiap hari“. Sehingga
Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) tengah menjadi sorotan.
Maka selain memenuhi salah satu dari pendidikan tugas akhir dan merujuk pada
latar belakang di atas pula, penulis melakukan asuhan yang berkesinambungan
pada Ny. S mulai pada masa kehamilan 36 minggu, bersalin,dan penanganan BBL serta post partum.
B. Tujuan
1. Tujuan
Umum
Memberikan Asuhan kebidanan yang akurat, komprehensif dan
berkesinambungan pada ibu masa Antenatal, Intranatal,dan Postpartum serta bayi
baru lahir dengan menggunakan Manajemen Kebidanan melalui pendekatan Varney dan
SOAP, sehingga dapat menggali dan mengenali komplikasi secara dini.
2. Tujuan
Khusus
a.
Dapat melaksanakan pengkajian untuk mengumpulkan
data Subjektif dan Objektif pada masa kehamilan, persalinan, nifas dan BBL.
b.
Dapat menegakkan Diagnosa dan Masalah baik yang
aktual maupun potensial pada Ibu masa kehamilan, persalinan, nifas dan BBL.
c.
Dapat membuat rencana pelaksanaan dan evaluasi
Asuhan Kebidanan pada Ibu masa kehamilan, persalinan, nifas dan BBL
d.
Dapat melakukan pendokumentasian secara SOAP
terhadap Asuhan Kebidanan yang diberikan
C. Manfaat
- Bagi Penulis
Untuk dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam melaksanakan
Asuhan Kebidanan serta sebagai bahan Evaluasi tentang kemampuan penerapan
teori-teori konsep kebidanan yang didapat selama
mengikuti pendidikan dalam praktek kebidanan
secara langsung.
- Bagi Institusi Pendidikan
Sebagai bahan masukan bagi pengelolaan dan tindakan Asuhan Kebidanan
Khususnya pada klien masa kehamilan, persalinan, nifas dan BBL.
- Bagi Lahan Praktek
Sebagai bahan masukan dalam upaya meningkatkan asuhan kebidanan khususnya
pada klien masa kehamilan, persalinan dan nifas.
BAB
III
TINJAUAN
KASUS
A.
Asuahn Kebidanan Pada Ibu Hamil
Kunjungan ANC ke-1
Tanggal 3 November 2008
Data Subyektif
Ibu bernama Ny. S. J, umur 37
tahun, kebangsaan sunda atau Indonesia, agama islam, pendidikan SD, pekerjaan
ibu rumah tangga, dan bersuamikan Tn M, umur 40 tahun, kebangsaan Indonesia
atau sunda, agama islam, pendidikan SMP, pekerjaan wiraswasta dan alamat rumah
Kp. Ciherang Rt 03 Rw 06
Ibu datang pada tanggal 3-11-2008
pukul 16.45 WIB dengan tujuan untuk periksa kehamilannya dengan kunjungan
rutin, Ibu mengaku hamil ke 9 dengan HPHT 23-2 -2008, lamanya haid 6 hari dan
sehari 2x ganti pembalut, haid sebelumnya tanggal 20-1-2008, siklus
,TP.........,
Pada tanggal 10 april 2008 ibu
melakukan tes kehamilan dengan hasil HCG positif, ibu merasakan pergerakan
janin pertama kali pada kehamilan 20 minngu dan pergerakan fetus dalam 24 jam
terakhir lebih dari 10 x/ hari. Pola makan dan eliminasi tidak ada kelainan,
imunisasi TT 2x, Dan ibu mengatakan tidak ada keluhan yang dirasakan.
Riwayat kehamilan, Persalinan dan
Nifas yang lalu tidak ada kelainan, pada tahun 1991 ibu melahirkan anak pertama
di rumah usia kehamilan aterm ditolong oleh paraji tidak ada penyulit dengan
jenis kelamin laki-laki berat badan 3000 gram dan panjang badan 49 cm, pada
tahun 1993 ibu melahirkan anak kedua di
rumah usia kehamilan aterm ditolong oleh bidan tidak ada penyulit dengan jenis
kelamin laki-laki berat badan 3100 gram dan panjang badan 50 cm,
pada tahun 1995 ibu melahirkan anak ketiga di rumah usia
kehamilan aterm ditolong oleh bidan tidak ada penyulit dengan jenis kelamin
laki-laki berat badan 3000 gram dan panjang badan 51 cm, pada tahun 1997 ibu melahirkan anak keempat di rumah usia
kehamilan aterm ditolong oleh bidan tidak ada penyulit dengan jenis kelamin
laki-laki berat badan 3000 gram dan panjang badan 50 cm,
pada tahun 2000 ibu melahirkan anak kelima di rumah usia
kehamilan aterm ditolong oleh paraji tidak ada penyulit dengan jenis kelamin
laki-laki berat badan 3000 gram dan panjang badan 50 cm, pada tahun 2001 ibu melahirkan anak keenam di rumah usia
kehamilan aterm ditolong oleh bidan tidak ada penyulit dengan jenis kelamin
perempuan berat badan 3200 gram dan panjang badan 50 cm, pada tahun 2003 ibu melahirkan anak ketujuh di rumah usia
kehamilan aterm ditolong oleh bidan tidak ada penyulit dengan jenis kelamin
perempuan berat badan 2700 gram dan panjang badan 50 cm,
pada tahun 2005 ibu melahirkan anak keenam di rumah usia
kehamilan aterm ditolong oleh bidan tidak ada penyulit dengan jenis kelamin
perempuan berat badan 2900 gram dan panjang badan 51 cm.
Pada riwayat kesehatan, ibu tidak
mempunyai penyakit yang pernah atau sedang dialami, dan tidak mempunyai
penyakit keturunan seperti jantung, tekanan darah tinggi, hepar, diabetes
melitus, anemia berat, dan asma.
Pada perilaku kesehatan, ibu tidak
pernah menggunakan obat-obatan atau minuman keras, sebelum hamil dan selama
kehamilan ibu mengganti pakaian dalam 3x sehari. Pada riwayat sosial kehamilan
direncanakan, laki-laki atau perempuan sama aja yang penting selamat, rencana
tempat bersalin di RB di tolong oleh bidan, pengambil keputusan bila terjadi komplikasi
yaitu suami, penyandang dana dalam keluarga suami, ini merupakan
perkawinan pertama yang syah secara hukum dan agama pada tahun 1990,
susunan keluarga yang tinggal serumah keluarga inti ibu, suami
dan ke delapan anaknya. Ibu tidak mempunyai kepercayaan yang berhubungan dengan
kehamilan, persalinan, dan nifas, pengeluaran pokok perbulan kurang lebih Rp.
700.000/bulan, biasanya digunakan untuk keperluan keluarga, biaya sekolah dan
biaya listrik, sedangkan pada riwayat kesehatan keluarga ibu tidak mempunyai
penyakit –penyakit keturunan dari riwayat keturunan.
Data Obyektif
Keadaan umum baik, keadaan
emosional stabil, kesadaran composmentis, tekanan darah 120/80 Mmhg, nadi
78x/menit, pernafasan 21x/menit, suhu 36 C, tinggi badan 159 cm, berat badan sebelum
hamil 46 kg, berat badan sekarang 52 kg, kenaikan berat badan 6 kg.
Pada muka tidak oedem dan tidak ada
kroasma/flek hitam di wajah, mata konjungtiva tidak pucat, sklera tidak kuning,
hidung dan mulut tidak ada kelainan, leher tidak ada pembesaran kelenjar
thyroid, tidak ada pembesaran kelenjar getah bening, dada simetris, payudara
simetris, putting susu menonjol keluar, rasa nyeri tidak ada, pembesaran ada,
ada pengeluaran kolostrum, tidak ada benjolan/tumor, punggung dan pinggang
posisi tulang belakang lordosis, tidak ada rasa nyeri.
Pada abdomen tidak ada bekas luka
operasi, pembesaran sesuai usia kehamilan, konsistensi lunak, bentuk simetris,
tidak ada pembesaran lien/liver, benjolan tidak ada, palpasi, tinggi fundus
uteri 31 cm, Leopold I tinggi fundus uteri 3 jari bawah PX teraba bagian janin
bulat, keras, lunak tidak melenting yaitu bokong, Leopold II pada kanan ibu
teraba bagian janin panjang seperti ada tahanan yaitu punggung, pada kiri ibu
teraba bagian terkecil janin yaitu ekstremitas, Leopold III teraba bagian besar
janin bulat, keras, melenting yaitu kepala, Leopold IV kepala belum masuk PAP,
tapsiran berat janin 31-13 x 155 x 1 gram 2790 gram, Auskultasi denyut jantung
fetus 140x/menit, frekuensi teratur, functum maksimum 3 jari bawah pusat kiri
ibu.
Ekstremitas atas dan bawah kanan
dan kiri tidak oedem, kekakuan sendi, kemerahan dan varises tidak ada, refleks
positif, pemeriksaan anogenital dan pemeriksaan dalam tidak dilakukan karena
tidak ada indikasi, golongan darah, protein urine dan pemeriksaan penunjang
tidak ada dan tidak dilakukan.
Assesment
Diagnosa Ibu G9 P8 A0 Hamil 36
minggu, janin hidup, tunggal intra uterin presentasi kepala, masalah tidak ada,
kebutuhan memberikan penkes tentang nutrisi, pola istirahat dan terafi fe, dan
kalk
Planning
Berikan informasi hasil pemeriksaan
mengenai keadaan janin dan kondisi ibu pada saat ini dalam keadaan baik dan
normal
Menganjurkan pada ibu untuk
makan-makanan yang mengandung protein, zat besi dan kalori, dan menganjurkan pada ibu untuk menkonsumsi
makanan yang mengandung protein, zat besi dan kalori yang terdapat dalam nasi,
lauk-pauk, sayuran, telur dan buah-buahan dengan tambahan satu gelas susu
sehari dan ibu mau melakukannya.
Menganjjurkan pada ibu untuk
istirahat yang cukup yaitu istirahat siang minimal 2 jam dan iistirahat malam
minimal 8 jam yang dapat meningkatkan kualitas ibu dan janin.
Menganjurkan ibu untuk meminum
tablet Fe setiap hari satu tablet dengan air putih karena sebagai tablet
penambah darah ppada saat melahirkan ibu banyak kehilangan darah, ibu mengerti
dan mau melakukan apa yang dijelaskan dan dianjurkan
Memberitahukan pada ibu untuk
melakukan kunjung ulang pada minngu berikutnya untuk melakukan pemeriksaan
antenatal agar ibu dan bayi sehat terpantau pada tanggal
Kunjungan ANC ke 2
Tanggal 9 - 11 - 2008
S : - Keluhan yang di rasakan
Ibu
mengatakan saat ini tidak ada keluhan yang ia rasakan
-
Ibu mengatakan sudah istirahat cukup
-
Ibu mengatakan sudah mengkonsumsi makan-makanan yang
bergizi, Ibu minum tablet Fe secara teratur setiap hari 1x 1 tablet dengan
menggunakan air putih
O : - Keadaan
umum baiki, keadaan emosional stabil dan kesadaran composmentis
-
Tanda-tanda vital
TD :
120/70 Mmhg N :
82x/menit
Suhu : 36,5 C
R : 22x/menit
BB :
53 kg
-
Palpasi
Leopold I : Tinggi
fundus uteri 32 cm, teraba bagian janin bulat, keras, lunak, tidak melenting
Leopold II : Pada kanan ibu teraba bagian janin
panjang seperti papan
Pada kiri ibu teraba bagian terkecil janin
Leopold III : Teraba bagian janin bulat, keras,
tidak melenting
Leopold IV : Kepala belum masuk PAP
-
Auskultasi
Denyut jantung janin 143x/menit, Punctum maksimum 3 jari bawah pusat
sebelah kiri ibu
A : Ibu G9P8A0
Hamil 37 minggu, janin hidup, tunggal, intra uterin presentasi kepala
P : - Menginformasikan hasil
pemeriksaan kepada ibu bahwa keadaan ibu dan janin pada saat ini dalam keadaan
baik dan normal
-
Memberikan penkes tentang perawatan payudara, apabila
payudara ibu kotor maka dibersihkan 2x sehari sebelum mandi dengan menggunakan
baby oil dan kapas
-
Memberikan penkes mengenai kebersihan diri dan pakaian
-
Memberikan penkes tentang Vulva Hygene
-
Memberikan tablet Fe diminum 1x1/hari per oral
-
Menginformasikan kepada ibu mengenai kunjungan ulang
berikunya, untuk pemeriksaan antenatal kembali, pada tanggal
Kunjungan ANC Ke 3
Tanggal 16 - 11 – 2008
S : - Keluhan
: Ibu mengatakan sering buang air
-
Ibu mengatakan melakukan perawatan payudara.
O : Keadaan
umum baik, keadaan emosional stabil, kesadaran composmentis.
Tanda-tanda vital : tekanan darah 110/70 Mmhg, Nadi 79x/menit, Respirasi
20x/menit, Suhu 36,7 C, Berat badan 53 kg, Mulut, gigi, lidah dan geraham
bersih tidak ada stomatitis, Ekstremitas atas dan bawah oedem tidak ada,
Kekakuan otot dan sendi tidak ada, kemerahan tidak ada, varises tidak ada,
refleks positif patella kanan dan kiri. Pembesaran abdomen ada, memanjang
sesuai dengan usia kehamilan, benjolan tidak ada, bekas luka operasi tidak ada,
konsistensi lunak, tinggi fundus uteri.................., kontraksi tidak ada
Palpasi : Leopold I TFU 3 jari bawah
pusat, teraba bagian janin bulat lunak tidak melentingyaitu bokong, Leopold II
disebelah kanan perut ibu teraba bagian
janin, keras, memanjang seperti papan yaitu punggung, disebelah kiri perut ibu
teraba bagian terkecil janin yaitu ekstremitas, Leopold III teraba bagian
terendah janin bulat, keras, tidak melenting yaitu kepala, Leopold IV kepala
belum masuk PAP, Auskultasi denyut jantung janin positif PUKI, Frekuensi 140x/
menit, punctum maximum terdengar jelas disatu tempat, pada perut ibu disebelah
kiri 3 jari di bawah pusat.
A : G9P8A0
Hamil 38 minggu, janin tunggal, hidup intra uterin, presentasi kepala
P : - Memberitahukan hasil pemeriksaan
pada ibu mengenai keadaan ibu dan janin dalam keadaan baik dan sehat, Dan ketidaknyamanan
yang ibu rasakan merupakan hal yang normal dalam kehamilan.
-
Memberitahukan
pada ibu sering kencing yang ibu alami merupakan hal yang normal karena
di akibatkan oleh tekanan uterus yang membesar atas kandung kemih namun untuk
menguranginya ibu dapat melakukan upaya-upaya :
·
Mengosongkan kandung kemih saat terasa ada dorongan
untuk kencing
·
Perbanyak minum pada siang hari
·
Batasi minuman-minuman diuretic alamiah seperti kopi
dan teh
Serta keputihan yang ibu alami merupakan ketidaknyamanan yang normal pula
hal ini disebabkan oleh produksi lendir meningkat oleh kelenjar endocerviks
oleh karena meningkatnya tingkat estrogen. Untuk meringankan ibu dapat
melakukan upaya :
·
Meningkatkan kebersihan dengan mandi setiap hari
·
Memakai pakaian dalam yang terbuat dari katun agar
lebih kuat daya serapnya.
·
Hindari pakaian dalam yang terbuat dari nilon.
·
Mengganti pakaian dalam setiap hari bila merasakan
basah.
-
Memberikan tablet Fe dan menganjurkan ibu untuk terus
meminumnya 1x1/ hari 1 tablet sebanyak 14 tablet.
-
Mengulang tanda-tanda persalinan diantaranya :
·
Mules-mules yang teratur timbul semakin sering dan
lama
·
Keluar lendir bercampur darah dari jalan lahir
·
Keluar cairan ketuban dari jalan lahir akibat pecahnya
selaput ketuban
-
Memberikan motivasi atau dukungan kepada ibu untuk
meyakinkan bahwa kehamilanya dapat berjalan baik dengan cara memeriksakan
kehamilannya setiap minggu dan memberitahukan kepada keluarga terutama kepada
suami untuk selalu mendukung dan meyakinkan ibu apalagi akan mendekati saat
persalinan.
-
Memberitahukan pada ibu tentang hal yang perlu di
persiapkan oleh ibu dalam menghadapi persalinan yaitu dana, pakaian bayi dan
pakaian ibu.
-
Memberitahukan pada ibu tanda bahaya yang harus segera
mendapatkan pertolongan yaitu seperti perdarahan.
ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU BERSALIN
Tanggal Masuk : 17- 11 2012 Pukul :
23.00 WIB
S : Ibu datang ke BPS
pukul 23.00 Wib dengan keluhan mules-mules dan keluar lendir darah
O : Keadaan
umum : baik, kesadaran : stabil, keadaan emosional : composmentis
Tanda-tanda vital : tekanan darah 120/70 Mmhg, nadi 83x/menit, suhu 36,5 C,
pernafasan 23x/menit
-
Muka
Mata : konjungtiva tidak pucat, sklera tidak kuning
Mulut dan gigi : tidak ada caries, lidah dan geraham tidak ada stomatitis
dan bersih.
-
Leher : kelenjar thyroid dan kelenjar limfe tiada ada
pembesaran
-
Payudara
bentuk simetris, pembesaran ada, pengeluaran ada colostrum dan benjolan
tidak ada
-
Abdomen
o
Infeksi
Tidak ada bekas luka operasi dan pembesaran sesuai usia kehamilan
-
Palpasi
-
Tinggi fundus uteri
o
Leopold I : Tinggi
fundus uteri pertengahan antara PX dan pusat, teraba bagian janin lunak tidak
melenting yaitu bokong
o
Leopold II : Pada kanan ibu teraba bagian janin besar,
memanjang seperti ada tahanan yaitu punggung
Pada kiri ibu teraba bagian terkecil janin yaitu
ekstremitas
o
Leopold III : Teraba
bagian janin keras, bulat, dan tidak bisa digoyangkan, yaitu kepala
o
Leopold IV : Kepala
sudah masuk PAP 2/5
Kontraksi 4x dalam 10 menit, lamanya 45 detik, kuat.
Kandung kemih : kosong
-
Auskultasi
Denyut jantung janin : 142x/menit
Punctum maximum : sebelah kanan perut ibu bawah pusat.
-
Ekstremitas atas dan bawah : simetris, tidak ada
oedem, tidak ada varices, refleks patella positif.
-
Genetalia tidak ada kelainan dan tampak ada
pengeluaran darah lendir.
-
Pemeriksaan dalam : vulva dan vagina tidak ada
kelainan, portio tipis, lunak, pembukaan 5 cm, ketuban positif, presentasi
kepala, memanjang, penurunan H III, posisi
UUK depan, molase tidak ada
A : Ibu G9P8A0 hamil 38
minggu infartu kala I fase aktif
Janin hidup, tunggal, intra uterin dengan presentasi kepala, penurunan H
III
P : - Informasikan hasil pemeriksaan
kepada ibu dan keluarga bahwa sekarang ibu dalam proses persalinan pembukaan
serviks 5 cm dan rasa mules yang ibu rasakan merupakan hal yang normal dalam
persalinan, dan setiap ibu merasakan mules ibu bisa tarik nafas panjang
-
Memberikan
dukungan emosional terhadap ibu agar bisa merasa yakin dapat melewati proses
persalinan dengan lancar dan menganjurkan kepada suami atau keluarga untuk
mendampinginya selama persalinan.
-
Menganjurkan kepada ibu untuk mencoba posisi-posisi
selama persalinan dan kelahiran seperti berdiri atau jongkok, karena posisi ini
dapat membantu turunnya kepala bayi dan sering kali mempersingkat waktu
persalinan.
-
Menganjurkan pada ibu untuk makan dan minum selama
persalinan dan kelahiran bayi, karena keadaan ini akan lebih banyak energi dan
mencegah dehidrasi yang dapat membuat kontraksi tidak teratur dan kurang
efektif.
-
Menganjurkan kepada ibu untuk mengosongkan kandung
kemih secara rutin paling sedikit 2 jam atau lebih, karena kandung kemih yang
penuh dapat memperlambat turunnya kepala.
-
Melakukan observasi DJJ, kontraksi dan nadi setiap ½
jam, dan pembukaan, penurunan, TD serta suhu setiap 4 jam, dan produksi urine
setiap 2 sampai 4 jam yang dicatat dalam partograf.
-
Menyiapkan
pakaian ibu, bayi dan partus set dalam menolong persalinan :
o
Persiapan ibu dan bayi
Pakaian ibu dan bayi
o
Persiapan penolong
1.
Partus set dalam bak instrumen
·
2 klem arteri
·
Gunting tali pusat
·
Benang tali pusat
·
Kateter nelaton
·
½ kocher
·
2 pasang handscoon steril atau DTT
·
Spuit 3 cc dan jarum sekali pakai
·
Dee lee
2.
Alat PI
·
Topi atau penutup kepala
·
Gogle atau kacamata
·
Masker
·
Clemek
·
Sepatu boot
3.
Oksitosin 10 Unit IM
4.
Lidocain 1 %
5.
Alat hacting
·
1 spuid
·
Nealpuder
·
2-3 jarum kulit dan otot
·
Benang cromic
·
1 pasang sarung tangan steril
KALA II
Pukul : 03.00 WIB
S : Ibu
mengatakan mules semakin sering dan kuat seperti ingin BAB
O : Keadaan
umum baik, kesadaran stabil, keadaan emosional composmentis.
-
Tanda-tanda vital : tekanan darah 120/70 Mmhg, nadi
80x/menit, suhu 36,8 C, resfirasi 21x/menit
-
Kontraksi 5x dalam 10 menit lamanya 45 detik, kuat
-
DJJ 143x/menit
-
Pemeriksaan dalam
·
Vulva vagina tidak ada kelainan
·
Portio tidak teraba
·
Pembukaan lengkap
·
Ketuban utuh
·
Presentasi kepala
·
Posisi UUK kanan depan
-
Penurunan H III
·
Molase tidak ada
-
Melihat tanda gejala kala II
·
Terlihat adanya dorongan untuk meneran
·
Terlihat adanya tekanan pada anus
·
Perineum menonjol
·
Vulva membuka
A : Ibu G9P8A0
inpartu kala II normal
- Janin
hidup, tunggal, intra uterin presentasi kepala
P : - Memberitahukan kepada ibu dan
keluarga bahwa keadaan ibu dan bayi dalam keadaan baik, pembukaan sudah lengkap
-
Observasi KU, TTV, His, DJJ, dan Kontraksi
-
Mendekatkan alat partus set, memasukan spuit kedalam
baks instrumen, dan mematahkan oksitosin
-
Cek perlengkapan pakaian ibu dan bayi
-
Memakai APD
-
Mencuci tangan di air mengalir
-
Memakai sarung tangan steril
-
Membersihkan vulva ibu dengan kapas cebok
-
Melakukan pemeriksaan dalam, apabila air ketuban belum
pecah maka lakukan amniotomi.
-
Kemudian chek apakah ada bagian janin yang ikut keluar
atau terbawa oleh air ketuban, tidak ada
-
Melakukan DJJ saat tidak ada his
-
Memberitahukan kepada ibu dan keluarga bahwa sebentar
lagi akan melahirkan.
-
Menganjurkan pada keluarga untuk mendampingi ibu selama
persalinan, serta memberikan suport, semangat serta dukungan pada ibu dan
keyakinan untuk menjalankan proses persalinan dan kelahiran bayinya dengan
lancar.
-
Membantu ibu untuk memilih posisi yang nyaman saat
meneran agar ibu lebih leluasa
-
Menjelaskan pada ibu mengenai cara-cara meneran di
antaranya :
-
Menganjurkan pada ibu untuk makan dan minum serta
istirahat saat tidak ada his dan periksa DJJ
-
Membimbing ibu untuk partus pervaginam :
-
Melahirkan kepala
Apabila ada his ibu di pimpin meneran sampai kepala nampak di vulva.
Di luar his kepala masuk lagi berarti membuka pintu dan di saat ada his ibu
di pimpin meneran sampai kepala nampak di vulva 5-6 cm dan di luar his kepala
tidak masuk lagi berarti sudah keluar jalan lahir
Kemudian pasang underped, kain yang dilipat 1/3 bagian dan handuk diatas
perut ibu
Kemudian siap-siap menolong dan memakai sarung tangan steril
Tangan kanan menahan perineum dan tangan kiri menahan kepala agar tidak
terjadi defleksi maksimal, kemudian pimpin dan puji ibu maka lahirlah berturut-turut
UUB kecil, UUB besar, dahi, mata, hidung, mulut, dan dagu maka lahirlah kepala
seutuhnya, setelah itu tunggu putaran paksi luar.
-
Memeriksa lilitan tali pusat
Kenudian chek apakah ada lilitan tali pusat, apabila ada lilitan tali pusat
kencang maka pasang klem dan di potong diantara 2 klem, apabila kendor maka
dikeluarkan melalui kepala, tidak ada
-
Melahirkan bahu
Kepala dipegang secara biparietal ditarik cunam kebawah untuk melahirkan
bahu depan, di bawa di tarik keatas untuk melahirkan bahu belakang.
-
Melahirkan sisa tubuh bayi
Setelah bahu lahir tangan kanan menyanggah, susur dan polda hingga seluruh
bayi lahir, bayi lahir spontan segera
menangis pukul : 03.20 WIB, tonus otot baik dan aktif, warna kulit merah, jenis
kelamin laki-laki, BB 2900 gram dan PB 40 cm dan anus positif
-
Mengeringkan dan merangsang bayi
Segera mengeringkan dan merangsang bayi dengan kain di letakan diatas perut
ibu dan memastikan kepala bayi tertutup dengan baik.
-
Memotong tali pusat
Mengklem tali pusat 3 cm dari pusat bayi, dan memasang klem kedua pada sisi
ibu 2 cm dari klem pertama, memegang tali pusat diantara 2 klem dengan satu
tangan untuk melindungi bayi,setelah itu tali pusat dipotong diantara 2 klem,
mengikat tali pusat dengan menggunakan benang tali pusat stgeril, mengganti
kain yang basah dengan yang kering dan bersih dan memastikan kepala bayi
terselimuti dengan baik.
KALA III
Pukul : 03.00 WIB
S : -
Ibu mengatakan sudah merasa lega dan bahagia tetapi masih merasakan
mules-mules.
O : - Keadaan umum baik, kesadaran
stabil, keadaan emosional composmentis
-
Tanda-tanda vital : tekanan darah 110/70 Mmhg, nadi
79x/menit, suhu 36 C, resfirasi 24x/menit, TFU 3 jari dibawah pusat
-
Kontraksi baik, perdarahan normal, kandung kemih
kosong
A : : P9A8
Inpartu kala III normal
P : - Palpasi fundus untuk memastikan
tidak ada janin kedua dan setelah dicek tidak ada janin kedua.
-
Menjelaskan pada ibu kini akan melahirkan placenta
akan tetapi ibu akan disuntik oksitosin untuk merangsang kontraksi uterus
-
Menyuntikan oksitosin 10 IU IM di 1/3 bagian paha ibu
-
Melakukan peregangan tali pusat terkendali :
·
Klem tali pusat dipindahkan 5-10 cm dari vulva, pada
saat ada his tangan kiri diletakkan diatas simfisis secara dorso kranial
·
Kemudian secara perlahan placenta dikeluarkan, dipilin
searah jarum jam untuk melahirkan selaput ketuban, placenta lahir secara
spontan pukul : 03.00 WIB
-
Melakukan massase fundus uteri
·
Meletakkan telapak tangan pada fundus uteri, kemudian
melakukan massase selama 5-10 menit
·
Menjelaskan pada ibu untuk menarik nafas dalam
perlahan dan berprilaku tenang, mungkin keadaan ini membuat ibu merasa kurang
nyaman
·
Dengan lembut tapi mantap, menggerakan tangan secara
satu arah pada fundus uteri sehingga uterus berkontraksi
·
Memeriksa placenta dan selaputnya untuk memastikan keduanya
lengkap utuh, placenta lahir spontan lengkap dengan berat placenta kurang lebih
500 gram, panjang 50 cm, jumlah kotiledon 18, diameter 20 cm, ketebalan 2,5 cm.
-
Memeriksa uterus setelah 1- 2 menit untuk memastikan
bahwa bahwa uterus berkontraksi dengan baik, kemudian mengajarkan ibu dan
keluarganya cara melakukan massase fundus uteri sehingga dapat diketahui
apabila uterus tidak berkontraksi dengan baik
-
Memberitahukan pada ibu apabila kontraksi uterus tidak
baik segera lapor oleh petugas kesehatan yang terdekat.
-
Melakukan pendokumentasian dan melengkapi partograf.
KALA IV
Pukul : 03.40 WIB
S : Ibu
mengatakan masih terasa mules tetapi ibu merasa bahagia dan tenang
O : Keadan
umum baik, kesadaran stabil, keadaan emosional composmentis
- Tanda-tanda
vital : tekanan darah 110/70 Mmhg, nadi 84 x/menit, suhu 36 C, resfirasi
22x/menit, TFU 2 jari dibawah pusat
- Kontraksi
baik, perdarahan normal, kandung kemih kosong
A : Ibu
P9A0 Partus kala IV normal
P : - Memberitahukan pada ibu bahwa
kondisi ibu dan bayi saat ini baik dan ibu bersedia istirahat dan memeluk bayi
serta memberikan ASInya
-
Memantau dan observasi KU, TTV, kontraksi, TFU,
kandung kemih dan perdarahan setiap 15 menit pada jam pertama dan 30 menit pada
jam kedua
-
Membersihkan ibu dari cairan dan darah agar ibu merasa
nyaman dan bersih
-
Memakaiakan ibu pakaian, sarung, pakaian dalam,
pembalut, dan gurita dan ibu bersedia.
-
Membersihkan dan menyuci alat-alat selesai pertolongan
partus kedalam baskom berisi air clorin 0,5 % selama 10 menit,.
-
Mengajarkan pada ibu untuk melakukan massase uterus
dengan meraba bagian yang keras pada perutnya dan memutar-mutar agar tetap
berkontraksi, dan uterusnya tetap keras sehingga involusi uterus terjadi dengan
baik
-
Melakukan pemijatan uterus untuk memastikan uterus
berkontraksi.
-
Memberikan minum dan makan pada ibu untuk pemulihan
tenaga serta persiapan untuk memberikan ASI pada bayinya.
-
Menganjurkan pada ibu agar menjaga tubuh dan kepala
bayi tetap hangat.
-
Mengatur posisi ibu agar nyaman dengan duduk
bersandarkan bantal dan melakukan mobilisasi dini yaitu 1 jam pertama miring
kanan kiri, 2 jam setelah bersalin latihan duduk, 4-6 jam setelah bersalin
latihan jalan kekamar mandi untuk BAK.
-
Menganjurkan pada ibu untuk mengosongkan kandung
kemihnya atau jika ada dorongan untuk kencing, karena apabila kandung kemih
penuh maka akan memperlambat pengecilan uterus kebentuk semula dan dapat
menimbulkan infeksi.
-
Menganjurkan pada ibu untuk istirahat agar kesehatan
ibu cepat pulih dan ibu bisa maksimal mengurus bayinya.
-
Mengisi partograf.
ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU NIFAS
Pada tanggal : 18 – 11 - 2012 Pukul
: 08.00 WIB
S : Ibu
mengatakan masih terasa mules, ibu sudah BAK dan pergi kekamar mandi sendiri,
ibu sudah menyusui bayinya, dan ibu merasa senang serta bahagia dengan
kelahiran puteranya.
O : Keadan
umum baik, kesadaran stabil, keadaan emosional composmentis
-
Tanda-tanda vital : tekanan darah 120/70 Mmhg, nadi 81
x/menit, suhu 36,7 C, resfirasi 20x/menit.
-
Mata : konjungtiva tidak pucat, sklera tidak kuning
-
Payudara : simetris, bersih, putting susu menonjol,
colostrum ada
-
Abdomen : TFU 2 jari bawah pusat
-
Kontraksi baik
-
Kandung kemih : kosong
-
Perineum : tidak ada luka laserasi
-
Vulva : Lochea rubra
- Ekstremitas
: tidak ada oedem dan tidak ada varises
A : P9A0
Postpartum 6 jam
P : - Memberitahukan pada ibu bahwa ibu
dalam keadaan normal dan baik.
-
Menganjurkan pada ibu untuk mandi dan mengganti
pembalut, serta ibu terlihat segar.
-
Memberikan ibu makan dan minum
-
Menganjurkan pada ibu untuk turun dari tempat tidur
setelah 6 jam postpartum dan mengganti popok bayi jika basah.
-
Menganjurkan ibu untuk istirahat dan ibu sudah
menyusui bayinya.
-
Menganjurkan ibu untuk menyusui bayinya sesering
mungkin setiap bayi menginginkannya
-
Menganjurkan ibu agar menjaga bayi tetap hangat, ibu
mengerti dan bersedia melakukannya.
KUNJUNGAN NIFAS KE- 2
Pada tanggal : 24 – 11 - 2012 Pukul
: 16.00 WIB
S : Ibu
mengatakan tidak ada keluhan, ibu makan 3x sehari dengan porsi sedang, dan
minum 6-8 gelas sehari, dalam BAB dan BAK tidak ada masalah, dalam menyusui
bayinya tidak ada masalah, pengeluaran pervaginam merah agak kehitaman, dan ibu
mengatakan tidak ada masalah dalam merawat bayinya.
O : Keadan
umum baik, kesadaran stabil, keadaan emosional composmentis
-
Tanda-tanda vital : tekanan darah 110/80 Mmhg, nadi 78
x/menit, suhu 37 C, resfirasi 22x/menit.
-
Mata : konjungtiva tidak pucat, sklera tidak kuning
-
Payudara : simetris, bersih, putting susu menonjol,
colostrum keluar banyak
-
Abdomen : TFU
pertengahan pusat- simfisis
-
Perineum : tidak ada luka laserasi
-
Vulva : Pengeluaran lochea sanguinolenta
- Ekstremitas
: tidak ada oedem dan tidak ada varises
A : P9A0
Postpartum hari ke 6
P : - Memberitahukan
pada ibu hasil pemeriksaan bahwa saat ini ibu dalam keadaan baik dan ibu tampak
senang
-
Menganjurkan pada ibu untuk istirahat yang cukup agar
ibu sehat dan kuat.
-
Menganjurkan pada ibu untuk makan-makanan yang
mengandung gizi dan protein.
-
Menganjurkan pada ibu untuk melakukan gerakan-gerakan
ringan untuk mengembalikan otot-otot perut dan panggul agar kembali normal
dengan cara :
· Ibu
tidur terlentang dengan tangan disamping, menarik otot perut selagi menarik
nafas, tahan nafas kedalam dan angkat dagu ke dada, ditahan kemudian dihitung
sampai 5, rileks dan ulangi 10 kali.
· Berdiri
dengan tungkai dirapatkan, kencangkan otot-otot, pantat, dan pinggul tahan
sampai 5 hitungan, kendurkan dan ulangi latihan sebanyak 5 kali.
· Ibu
mengerti dan mau menjelaskan apa yang diajarkan.
-
Mengingatkan pada ibu untuk selaliu meminum obat yang
diberikan oleh bidan diantaranya suplemen zat besi
-
Mengingatkan kembali mengenai tanda-tanda bahaya nifas
diantaranya :
· Perdarahan
dari jalan lahir
· Sakit
kepala yang hebat
· Oedem
pada muka dan tangan
· Lochea
bau
·
Demam tinggi
KUNJUNGAN NIFAS KE- 3
Pada tanggal : 7 - 12 - 2012 Pukul :
10.00 WIB
S : Ibu
mengatakan tidak ada keluhan yang dirasakan, makan 3x sehari dengan porsi habis
dan minum 7-8 gelas sehari.
O : Keadan
umum baik, kesadaran stabil, keadaan emosional composmentis
-
Tanda-tanda
vital : tekanan darah 110/80 Mmhg, nadi 76 x/menit, suhu 36,7 C, resfirasi
19x/menit.
-
Mata : konjungtiva tidak pucat, sklera tidak kuning
-
Payudara : simetris, bersih, putting susu menonjol,
colostrum keluar banyak
-
Abdomen : TFU tidak teraba
-
Perineum : tidak ada luka laserasi
-
Vulva : Pengeluaran lochea alba
- Ekstremitas
: tidak ada oedem dan tidak ada varises
A : P9A0
Postpartum 2 minggu
P : - Memberitahukan pada ibu bahwa bayi
mendapatkan ASI yang cukup yaitu bayi tidur nyenyak dan tidak rewel, adanya
penambahan berat badan pada bayi setiap bulan.
-
Memberitahukan pada ibu hasil pemeriksaan bahwa ibu
dalam keadaan baik
-
Menganjurkan ibu untuk menggunakan alat kontrasepsi
serta menjelaskan pada ibu tentang macam-macam alat kontrasepsi, keuntungan,
kerugian serta efek samping dari macam-macam alat kontrasepsi
-
Ibu mengerti dan mau menggunakan alat kontrasepsi
suntik setelah 40 hari melahirkan.
-
Menjelaskan pada ibu tentang hubungan suami istri
dapat dilakukan setelah pengeluaran pervaginam tidak ada dan setelah ibu merasa
nyaman dan menggunakan KB, dan ibu
mengerti
ASUHAN
KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR 6 JAM
Pada
tanggal : 18 – 11 – 2012 Pukul : 07.00
WIB
S :
O :
A :
P :
ASUHAN
KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR 6 HARI
Pada
tanggal : 24 – 11 – 2012 Pukul : 15.30
WIB
S :
O :
A :
P :
ASUHAN
KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR 6 HARI
Pada
tanggal : 24 – 11 – 2012 Pukul : 15.30
WIB
S :
O :
A :
P :
No comments:
Post a Comment
Mohon kritik dan saran dari para pembaca untuk kemajuan blog ini. TERIMAKASIH