HUBUNGAN FAKTOR OBESITAS DAN USIA LANSIA YANG
MENYEBABKAN TERJADINYA
DIABETES MELLITUS
BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang Masalah
Tujuan pembangunan kesehatan
menuju Indonesia sehat 2010 adalah meningkatkan kesadaran, kemauan dan
kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan
masyarakat yang optimal di seluruh wilayah republika Indonesia (Depkes RI 1999)
Di zaman modernisasi seperti komunikasi industri dan lingkungan telah menimbulkan berbagai perubahan dalam pola hidup manusia yang berdampak pada tingkat kesehatan seseorang baik secara positif maupun negatif, dampak negatif terhadap masalah kesehatan yang di akibatkan oleh gaya hidup yang tidak sehat diantaranya adalah penyakit diabetes mellitus (DM).
Diabetes mellitus merupakan penyakit akibat gangguan system endokrin yang paling banyak jumlah nya dan selalu meningkat dari tahun ketahun serta dapat menyerang semua orang dengan tidak memandang jenis kelamin. Diabetus militus dibagi menjadi beberapa tipe yaitu tipe IDDM dan NIDDM
Di zaman modernisasi seperti komunikasi industri dan lingkungan telah menimbulkan berbagai perubahan dalam pola hidup manusia yang berdampak pada tingkat kesehatan seseorang baik secara positif maupun negatif, dampak negatif terhadap masalah kesehatan yang di akibatkan oleh gaya hidup yang tidak sehat diantaranya adalah penyakit diabetes mellitus (DM).
Diabetes mellitus merupakan penyakit akibat gangguan system endokrin yang paling banyak jumlah nya dan selalu meningkat dari tahun ketahun serta dapat menyerang semua orang dengan tidak memandang jenis kelamin. Diabetus militus dibagi menjadi beberapa tipe yaitu tipe IDDM dan NIDDM
Di Indonesia, penderita diabetes
mellitus tipe 2 ini yang paling banyak, konon mencapai lebih dari 90 % dan
umumnya disertai kegemukan dan pada umumnya diabetes mellitus tipe ini terjadi
pada penderita diabetes diastas usia 40 tahun.
Di negara lain seperti di amerika
serikat diabetes mellitus merupakan penyebab utama amputasi di luar trauma
kecelakaan 30% pasien yang mulai mendapatkan terapi dialysis setiap tahun
menderita diabetes mellitus. Diabetes juga berada pada urutan ke tiga sebagai
penyebab utama kematian akibat penyakit dan hal ini sebagian besar di sebabkan
oleh angka penyakit arteri koroner yang tinggi pada penderita diabetes
mellitus. Diabetes Mellitus merupakan penyakit kronis yang menyerang kurang
lebih dua belas juta orang dari tujuh juta dari dua belas penderita Diabetes
Mellitus tesebut sudah terdiagnosis di Amerika Serikat kurang lebih enam ratus
lima puluh ribu kasus Diabetes baru diagnosis setiap tahunnya (Healthy people,
2000-1990).
Berdasarkan data Medical Record Rumah Sakit Umum
Daerah karawang mulai Januari sampai Desember 2009, “hubungan factor obesitas dan usia lanjut yang
Menyebabkan terjadinya Diabetes Mellitus”. Fakor-faktor yang mempengaruhi
terjadinya DM adalah faktor usia, pendidikan, obesitas dengan faktor genetik
diperkirakan memegang peranan dalam proses terjadinya resistensi insulin.
Selain itu ada pula faktor-faktor yang berhubungan dengan proses terjadinya DM
faktor-faktor itu antara lain obesitas, riwayat keluarga dan kelompok etnik.penderita yang dirawat dengan penyakit Diabetes Militus berjumlah 344 orang
atau sekitar 73,98% dari seluruh jumlah penyakit DM, Dari data yang didapat
penderita Diabetes Militus terbanyak
di rawat di ruang rengasdengklok yaitu berjumlah 154 orang atau sekitar 44,76%
dari seluruh pasien Diabetes Militus yang
dirawat di seluruh ruangan RSUD Karawang.
B. Identifikasi Masalah
Dari uraian
diatas masalah yang akan ditelti adalah
tentang Faktor – Faktor yang menyebabkan terjadinya diabetes mellitus
C. Pembatasan Masalah
Dalam Penelitian
membahas tentang Faktor – Faktor yang menyebabkan terjadinya diabetes mellitus
D. Perumusan Masalah
Berdasarkan
latar belakang di atas didapat perumusan masalah sebagai berikut : apa saja
factor yang menyebabkan terjadinya diabetes mellitus.
E. Tujuan Penelitian
1. Untuk
mengetahui faktor – faktor yang dapat menyebabkan Terjadinya diabetes mellitus.
2. Untuk
mendapatkan jumlah penderita diabetes
mellitus dengan berbaggai factor
penyebab.
F. Manfaat Penelitian
1. Bagi
mahasiswa
a.
Hasil
penelitian ini dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuankhususnya tentang
faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya Diabetes Mellitus dan menerapkannya
ilmu yang diperoleh dalam penelitian.
2. Bagi subjek
2. Bagi subjek
Memotifasi
untuk menjalankan pola hidup sehat
Mengetahui berbagai factor penyebab terjadinya diabetes mellitus , sehingga bisa melakukan pencegahan penyakit DM secara maksimal.
Mengetahui berbagai factor penyebab terjadinya diabetes mellitus , sehingga bisa melakukan pencegahan penyakit DM secara maksimal.
3). Bagi lembaga pendidikan
Memberikan informasi yang penting bagi institusi pendidikan kesehatan,sehingga mengambil langkah-langkah penting antisipasi bahaya penyakit diabetes mellitus.
Sebagai suatu referensi untuk bahan penelitian
Sebagai langkah awal untuk penelitian selanjutnya
Memberikan informasi yang penting bagi institusi pendidikan kesehatan,sehingga mengambil langkah-langkah penting antisipasi bahaya penyakit diabetes mellitus.
Sebagai suatu referensi untuk bahan penelitian
Sebagai langkah awal untuk penelitian selanjutnya
BAB
II
STUDI KEPUSTAKAAN
A.Pengertian
Diabetes mellitus adalah
suatu penyakit kronik yang komplek melibatkan kelainan metabolisme karbohidrat,
protein, lemak, dan berkembangnya komplikasi makrovaskuler, mikrovaskuler dan
neurologis.(Barbara C. Long, 1996)
Diabetes mellitus adalah
penyakit karena kekurangan hormone insulin sehingga glukosa tidak dapat diolah
tubuh dan kadar glukosa dalam darah meningkat lalu dikeluarkan kemih yang
menjadi merasa manis(Ahmad Ramali, 2000)
Diabetes mellitus adalah
masalah yang mengancam hidup atau kasus darurat yang disebabkan oleh defisiensi
insulin relatif atau absolut(Mariyinn E. Donges, 2000)
Diabetes mellitus adalah
kelainan heterogen yang ditandai oleh kenaikan kadar glukosa dalam darah atau
hiperglikemia (Smletzer C.Suzanne, 2001).
B.Etiologi
Diabetes tipe I ditendai dengan penghancuran sel-sel beta
pankreas dan diperkirakan penyebab destruksi sel beta diantaranya
1. Faktor genetik
Penderita diabetes tidak mewarisi diabetes tipe I tetapi
mewarisi faktor predisposisi atau kecenderungan genetik terjadinya diabetes
tipe ini.
2. Faktor Imunologi
Pada diabetes tipe I terdapat bukti adanya suatu respon
otoimun, respon ini merupakan respon abnormal di mana antibodi terarah pada
jaringan normal tubuh dengan cara bereaksi terhadap jaringan tersebut yang
dianggapnya sebagai benda asing. Oto antibodi terhadap sel-sel beta langerhans
dan insulin endogen terdeteksi oleh diagnosa yang dilakukan.
3. Fakor lingkungan
Penyelidikan juga sedang dilakukan terhadap kemungkinan
lingkungan yang memicu destruksi sel-sel beta langerhans, sebagai contoh virus
atau toksin tertentu dapat memicu proses otoimun sebagai destruktor sel-sel
beta.
Mekanisme tepat yang menyebabkan resistensi insulin dan
gangguan sekresi insulin pada diabetes tipe II masih belum diketahui. Faktor
genetik memegang peranan penting dalam proses terjadinya resistensi insulin.
Selain itu terdapat pula faktor-faktor resiko tertentu yang berhubugan dengan
proses terjadinya diabetes tipe II yaitu obesitas, usia (resistensi insulin
cenderung meningkat pada usia 64 tahun ke atas), riwayat keluarga, kelompok
etnik.
C.Jenis-jenis Diabetes Mellitus
Penyakit ini diklasifikasikan berdasarkan penyebab,
perjalanan klinis, dan terapinya.
Klasifikasi yang dikembangkan oleh The Natoional Diabetes Data Groupof National
Institutesof Healt (USA) yaitu:
a) Tipe I Insulin Dependent Diabetes Mellitus (IDDM)
b) Tipe II Non Insulin
Dependent Diabetes mellitus (NIDDM)
c) Diabetes melitus sekunder
d) Diabetes melitus berhubungan dengan malnutrisi
Terdapat dua klasifikasi lain yang berhubungan dengan
abnormalitas matabolisme glukosa yaitu:
a
) Kerusakan Toleransi
Glukosa (KTG)
b
) Diabetes Melitus
Gestasional (DMG)
D.Patofisiologi
Diabetes
Mellitus tipe 1 terdapat ketidak mampuan untuk menghasilkan insulin karena sel
beta pancreas telah dihancurkan oleh proses auto imun. Dengan demikian insulin
tidak efektif untuk menstimulasi pengambilan glukosa oleh jaringan untuk
mengatasi retensi dan mencegah terbentuknya glukosa dalam darah karena terdapat
peningkatan jumlah inulin yang disekresikan.
|
Etiologi DM
|
|
Penghancuran sel
β pankreas
|
|
DM
|
|
Pengangkatan
glukosa
|
|
Retensi insulin
|
|
Pengambilan
glukosa darah oleh jaringan tak efektif
|
|
Penurunan reaksi
intra sel
|
|
Proses auto imun
|
|
Brunner & Suddarth, 2001
|
E.Komplikasi
Komplikasi Diabetes Melitus dapat dibagi menjadi dua kategori
yaitu:
a)
Komplikasi metabolik akut.
1)Ketoasidosis diabetikum.
Apabila kadar
insulin sangat menurun, pasien akan mengalami hiperglikemia dan glukosa berat,
penurunan lipogenesis, peningkatan lipolisis dan peningkatan oksidasi asam
lemak bebas disertai pembekuan benda keton. Peningkatan keton dalam plasma
mengakibatkan ketosis, peningkatan beban ion hidrogen dan asidosis metabolik
2).Hipoglikemia
Hipoglikemia
biasanya terjadi akibat terapi insulin yang berlebih, konsumsi makan yang
terlalu sedikit atau karena aktivitas fisik yang berat. Gejala gejala
hipoglikemia disebabkan oleh pelepasan epinefrin ( berkeringat, gemetar, sakit
kepala dan palpitasi ), juga akibat kekurangan glukosa dalam otak ( tingkah
laku aneh, sensorium yang tumpul dan koma ).
3)Sindrom
Hiperglikemis Hiprsomolar Nonketotik
Sindrom
Hiperglikemia Hiperosmolar Non Ketosis ( HHNK ) merupakan keadaan yang
didominasi oleh hiperosmolar dan hiperglikemia dan disertai perubahan tingkat
kesadaran ( Sense Of Awarness ). Pada saat yang sama tidak ada atau terjadi
ketosis ringan. Salah satu perbedaan utama antara sindrom HHNK dengan
ketoasidosis diabetic adalah tidak terdapatnya ketosis dan asidosis pada
sindrom HHNK.
a)
Komplikasi vascular jangka panjang.
1).Penyakit mikrovaskular
a).Retinopati
diabetikum, pada pasien diabetes akan
mengeluh penglihatan
kabur dan lebih berbahaya lagi terjadinya
katarak lebih dini
b).Nefropati
diabetik, dapat ditunjukan dengan adanya proteinuria, hipertensi,
jika hilangnya fungsi nefron terus
beerkelanjuta pasien akan menderita insufisiensi ginjal dan uremia.
2)Penyakit makrovaskuler
a)Penyakit Arteri koroner.
Perubahan aterosklerosis dalam pembuluh aeteri koroner menyebabkan peningkatan insiden
infark miokard pada pendeerita Diabetes Melitus. Salah satu cirri unik pada pendeerita arteri koroner
yang diderita oleh pasien-pasien Diabetes adalah tidak terdapatnya gejala
iskemik yang khas. Infark miokard asimtomatik hanya dijumpai melalui
pemeriksaan elektrokardiogram.
b)Penyakit Serebrovaskuler.
Perubahan arterosklerotik dalam pembuluh darah
serebral atau pembentukan embolus di tempat lain dalam system pembuluh darah
juga yang kemudian terbawa aliran darah sehingga terjepit dalam pemguluh darah
serebral dapat menimbulkan serangan iskemia sepintas ( TIA : transient Ischemic
Attack ) dan stoke.
c)Penyakit vaskuler perifer
Perubahan arterosklerotik dalam pembuluh darah
besar pada ekstremitas bawah merupakan
penyebab meningkatnya insiden gangren dan amputasi pada pasien – pasien
diabetes.
3)Neuropati,
keluhan yang dapat dijumpai diantaranya timbulnya nyeri,
parestesia, berkurangnya sensasi getar dan
proprioseptik, dan gangguan motorik yang disertai hilangnya refleks-refleks
tendon dalam, kelemahan otot dan atrofi
F.Pemeriksaan Diagnostik
Pada keadaan lebih lanjut dan progresif yang
menojol adalah gambaran komplikasi diabetesnya:
a)
Neuropati perifer, keluhan
yang terseringnya adalah kesemutan, rasa lemah dan baal.. manifestasi lain yang
muncul pada neuropati ialah adanya hipotensi ortosatik, gangguan pengeluaran
keringat, terkadang pula terdapat inkontinensia fekal maupun urin serta keluhan
impotensi..
b)
Retinopati diabetikum, pada pasien
diabetes akan mengeluh penglihatan kabur dan lebih berbahaya lagi terjadinya
katarak lebih dini.
c)
Nefropati diabetikum, dapat
ditunjukan dengan adanya gambaran gagal
ginjal menahun, seperti lemas, mual, pucat
sampai keluhan sesak nafas akibat penumpukan cairan.
d)
Kelainan
makrovaskular, dapat memberikan gambaran kelinan tungkai bawah baik berupa
ulkus maupun gangren diabetik.
e)
Proteinuria.
f)
Kelainan koroner.
G.Insiden
Diabetes
Mellitus merupakan penyakit kronis yang menyerang kurang lebih dua belas juta
orang. Tujuh juta dari dua belas juta penderita diabetes sudah terdiagnosis,
sisanya tidak terdiagnosis. (Healty person 2000.1990)
Di Indonesia
penderita DM tipe dua paling banyak. Konon mencapai lebih dari 90 % dan umumnya
disertai kegemukan dan terjadi pada usia diatas 40 tahun.
Di Amerika
Serikat, DM merupakan penyebab utama kebutaan yang baru diantara penduduk
berusia 25 tahun hingga 75 tahun dan juga menjadi penyebab utama amputasi
diluar trauma kecelakaan. 30 % pasien yang mulai mendapatkan terapi dialisis
setiap tahun menderita diabetes. Diabetes juga berada di urutan ke tiga sebagai
penyebab kematian.
H.Penatalaksanaan
Tujuan umum terapi diabetes adalah mencoba menormalkan
aktivitas insulin dan kadar glukosa darah dalam upaya untuk mengurangi
terjadinya komplikasi vaskular serta neuropatik. Tujuan terapeutik pada setiap
tipe diabetes melitus adalah mencapai kadar glukosa darah normal tanpa
terjadinya hipoglikemia dan gangguan serius pada pola aktivitas pasien .
Ada lima komponen penatalaksanaan diabetes :
a).Penatalaksanaan Diet
Prinsip umum diet dan pengendalian berat badan merupakan
dasar dari penatalaksanaan diabetes dan diarahkan untuk mencapai tujuan sebagai
berikut:
1)
Memberikan semua unsur
makanan esensial (misalnya vitamin dan mineral.
2)
Mencapai dan mempertahankan
berat badan yang sesuai.
3)
Memenuhi kebutuhan energi
4)
Mencegah fluktuasi kadar
glukosa darah setiap hari dengan mengupayakan kadar gula darah mendekati
normal.
5)
Menurunkan kadar lemak jika
kadar ini meningkat.
b). Penatalaksanaan latihan
Latihan sangat penting perannya dalam
penatalaksanaan diabetes karena efeknya akan menurunkan kadar glukosa dalam
darah dengan meningkatkan pengambilan glukosa oleh otot dan memperbaiki
pamakaian insulin. Latihan juga akan mengubah kadar lemak darah dan menurunkan kolesterol.
Bentuk latihan yang dianjurkan agar lamanya
periode latihan ditingkatkan secara bertahap, bagi banyak pasien berjalan
merupakan bentuk latihan yang aman dan bermanfaat karena tidak memerlukan alat
khusus serta dapat dilakukan dimana saja. Pedoman umum latihan pada pasien
diabetes:
1)
Gunakan alas kaki yang tepat
dan bila perlu gunakan alat pelindung kaki lainnya
2)
Hindari latihan pada keadaan
terlalu panas dan dingin.
3)
Periksa kaki setiap hari
sesudah melakukan latihan
4)
Hindari latihan pada kondisi
pengendalian metabolik buruk.
c). Pemantauan glukosa dan lemak
Pengendalian kadar glukosa darah secara mandiri
Dengan melakukan pengontrolan glukosa secara
mendiri pasien diabetes kini dapat mengatur terapinya untuk pengendalian kadar
glukosa secara optimal
1)
Pengendalian hoperglikemia
pada pagi hari
Kenaikan kadar glukosa pada pagi hari
disebabkan karena ketidakadekuatan
insulin atau biasa disebut dengan fenomena fajar; fenomena ini
diperkirakan terjadi akibat limpahan nokturnal sekresi hormon pertumbuhan yang
menyebabkan peningkatan kebutuhan akan kebutuhan insulin.
2). Hemoglobin glikosilasi
Hemoglobin glikosilasi merupak pemeriksaan
darah yang mencerminkan kadar glukosa darah rata-rata selama periode kurang
lebih 2-3 bulan.
3). Pemeriksaan urin untuk glukosa
Prosedur yang digunakan meliputi urin strip
atau tablet pereaksi dan mencocokan warna pada strip dengan peta warna.
4). Pemeriksaan urin untuk keton
Metode yang paling sering dilakukan untuk
mendetekdsi ketonuria adalah penggunaan “depstick” yaitu alat ukur salahsatu
tipe badan keton
a)
Terapi
Dalam terapi yang dilakukan pada pasien dengan
diabetes melitus adala terapi insulin, hal ini diberikan jika kadar insulin
dalam tubuh berkurang. Hal ini karena insulin bekerja untuk menurunkan kadar
glukosa darah. Selama proses puasa, insulin menghambat pemecahan simpanan
glukosa, protein dan lemak.
Pada diabetes tahap I, tubuh kehilangan
kemampuan untuk memproduksi insulin, dengan demikian insulin eksogenus harus
diberikan dalam jumlah tak terbatas. Pada diabetes tahap II, insulin mungkin
diperlukan sebagai terapi jangka panjang untuk mengendalikan kadar glukosa
darah jika diet dan obat hipoglikemia oral tidak berhasil mengontrolnya.
Disamping itu pemberian diet oral, tahap ini masih membutuhkan insulin secara temporer
selama mengalami sakit, infeksi, kehamilan, pembedahan, atau beberapa kejadian
stress lainnya.
Penyuntikan insulin sering
dilakukan dua kali perhari, untuk mengendalikan kenaikan kadar glukosa darah
sesudah makan dan pada malam hari. Karena dosis yang diperlukan sesuai dengan
kadar glukosa dalam darah, maka pemantauan kadar glukosa dalam darah sangat
penting.
b). Penyuluhan cara penyuntikan insulin
Penyuluhan sangat penting
untuk melibatkan pasien dalam program terapi penyakitnya, penyuluhan ini bertujuan
agar pasien mampu mandiri namun masih tergantung pada tim mediksi dalam
memenuhi indikasi dan dosis pemberian insulinnya.
BAB
III
METODOLOGI
A. Tempat
Penelitian
Penelitian ini
dilaksanakan Di Ruang Rengasdengklok
Rumah Sakit Umum Daerah Karawang.
B. Etika
penelitian
Penelitian ini diawali dengan
meminta perijinan terlebih dahulu terhadap pihak dengan membawa surat rekomendasi
dari institusi STIKes kharisma kararwang dengan segala pertimbangannya,kemudian
peneliti menhubungi responden dan menjelaskan kepada responden tentang
penelitian ini agar responden bersedia untuk menjadi objek penelitian dan
menandatangani surat kesediaan nya untuk dilakukan penelitian.
C.Desain
penelitain
Penelitian
ini menggunakan metode deskriptif. korelasi yang bersifat ”Cross Sectional” yaitu :
memberikan gambaran tentang Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya Diabetes
Militus.
D. Kerangka konseptual
Keterangan : *)
variable yang tidak di teliti
Keterangan bagan :
Dari kerangka konseptual
penelitian tersebut di atas, dapat dilihat bahwa ada dua konsep tentang faktor
predisposisi dan faktor yang mempengaruni terjadinya DM, dan konsep dari
penderita DM itu sendiri. Tiap konsep, masing-masing mempunyai
variable-variabel sebagai indikasi pengukuran masing-masing konsep tersebut
misalnya untuk mengukur faktor predisposisi, maka dapat melalui variable umur,
pendidikan, dan pekerjaan.
E.Variabel
penelitian
Variable dalam penelitian ini menggunakan variable bebas. variabel bebas
yaitu Faktor yang menpengaruhi DM dan variabel terikat yaitu Diabetes Militus
F.Populasi
dan sample
Populasi yang di gunakan dalam
penelitian ini sebanyak 50 orang.dan yang terkena setiap minggunya 5 orang.jadi
untuk mendapatkan sample sebanyak 30 orang maka pengambilan datanya dilakukan
selama 2 minggu.
Pengambilan sample nya yaitu non
probability sampling( sample non peluang) yaitu dengan proposiv sampling yaitu
tehnik penempatan sample dengan cara memilih sample diantara populasi sesuai
dengan yang dikehendaki peneliti sehingga sample tersebut dapat mewakili
karakteristik populasi yang telah dikenal sebelumnya.
n = N
1 + N (d²)
Keterangan :
n : Perkiraan sampel
d : Tingkat kepercayaan
N : Perkiraan populasi
Notoatmodjo, 2005.
n = 50
1 + 50
(0.05²)
n
= 50
1 +
0.125
n
= 50
1.125
n =
44.44
n =
44 orang
Jadi jumlah yang di jadikan
sample dalam penelitian ini adalah 44orang.
G.Depinisi
konseptual dan operasional
a) Definisi konseptual : Diabetes
Mellitus adalah kelainan heterogen yang ditandai
oleh kenaikan kadar
glukosa dalam darah atau hiperglikemia dan dapat dipengaruhi oleh beberapa
faktor-faktor terjadinya Diabetes Mellitus yaitu diantaranya faktor usia,
genetik, imunologi dan faktor lingkungan. (Sujanne C. Smeltzer & Brendick
G. Hare, 2001)
b).
Definisi operasional : pada penelitian ini, diabetes mellitus pada usia dewasa
adalah terganggunya
sekresi insulin dari pancreas ke pembuluh darah sehingga pengambilan glukosa
oleh jaringan menurun sehingga glukosa dalam darah meningkat.
H.
Instrument penelitian
Instrument
penelitian yang digunakan adalah
kuesioner Instrumen penelitian ini menggunakan tekhnik Quesioner Skala Guttmann
yang digunakan apabila aspek yang ditanyakan tidak diuraikan hanya ditulis
pokok-pokoknya saja, responden hanya memilih jawaban ya atau tidak.
I.Alat
pengumpulan data.
Pengumpulan data pada penelitian
ini menggunakan
1)
Kuesioner
a)
Data
demografi meliputi:
2). Kode responden
a.
Umur
b.
Jenis
kelamin
c.
Agama
3). Data penelitian meliputi :
a.
Berapa
umur bapak/ibu sekarang ?
b.
Barapa
berat badan bapak/ibu sekarang ?
c.
Didalam
keluarga bapak/ibu siapa yang pernah mengalami Diabetes Mellitus ?
d. Bagaimana
lingkungan yang ada disekitar bapak/ibu ?
e.
Apakah
ibu/bapak penah periksa gula darah ke rumah sakit ?
f. Berapa
kali (dalam 1 bulan) ibu/bapak mengkonsumsi minuman seperti : teh manis, susu,
es juice ?
g. Berapa
kali dalam 1 bulan ibu/bapak mengkonsumsi buah-buahan yang manis seperti
papaya, jeruk, pisang, anggur, mangga ?
h. Apakah
ibu/bapak sering sakit-sakitan ?
i.
berapa kali (dalam satu bulan) bapak/ibu
melakukan aktifitas olah raga?
J.
Metode pengumpulan data
Metode
pengumpulan data pada penelitian ini yaitu dengan memberikan kuisoner.sebelum
memberikan kuesiner terlebih dahulu mengajukan persetujuan tertulis kepada
responden dan responden menyetujuinya,setelah itu peneliti memberikan kuisioner
kepada responden untuk di isi.
Metode
pengumpulan data adalah langkah prosedur dan strattegi yang digunakan untuk
mengumpulkan data dan menganalisa data dalam penelitian.(polit dan hunger,
1999).
Pengumpulan
data dilakukan pada penderita Diabetes Militus yang dirawat di Ruang Rengasdengklok
RSUD Karawang dengan mengajukan pertanyaan dalam bentuk kuesioner, sebelum
responden mengisi kuesioner peneliti menjelaskan terlebih dahulu cara mengisi
kuesioner tersebut sampai responden mengerti dan dapat mengisi kuesioner itu
dengan benar dan waktu yang disediakan dalam mengisi kuesioner yaitu 20
menit.selama responden mengisi kuesioner peneliti tetap berada di tempat untuk
mengawasi dan mengantisipasi bila ada responden yang ingin bertanya.
Setelah data
didapatkan, data tersebut dianalisa dan dibuat presentase. Data yang mempunyai
presentase paling tinggi merupakan faktor yang paling dominan dan bila ada
responden yang mengisi kuesioner tidak sesuai ketentuan maka data itu dianggap
hilang.
LEMBAR PERSETUJUAN
Penelitian Yang
Berjudul
Hubungan factor Obesitas dan usia lansia yang menyebabkan terjadinya
diabetes mellitus
Telah disetujui
pembimbing untuk mengikuti ujian akhir semester
Mata kuliah riset
keperawatan
Karawang, Desember 2010
Menyetujui,
Dosen Pengampu
Pembimbing
|
Koordinator M.A
Diploma III
Keperawatan
|
(....................)
NIK :
|
(.....................)
NIK :00199672
|
Mengetahui,
Ketua Program Studi
Diploma III
Keperawatan
(......................)
NIK
PERNYATAAN
Dengan ini kami menyatakan bahwa proposal penelitian yang berjudul “HUBUNGAN FAKTOR OBESITAS DAN USIA LANSIA
YANG MENYEBABKAN TERJADINYA DIABETES MELLITUS “
Telah di kutip dari
sumber-sumber lain dan dilakukan berdasarkan kaidah-kaidah pengutipan dari
sumber-sumber lain, sesuai dengan etika keilmuan yang berlaku sehingga proposal
penelitian ini serta semua kelengkapannya merupakan karya asli. Apabila
kemudian ditemukan hal-hal yang tidak sesuai dengan isi pernyataan kami ini
kami bersedia menerima resiko atau sanksi apapun.
Karawang
, 25 November 2011
Penulis
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT , karena atas rahmat dan
izin-Nya peneliti dapat menyelesaikan penyusunan proposal penelitian ini
berjudul “Hubungan
Faktor Obesitas dan Usia Lansia Yang Menyebabkan terjadinya diabetes mellitus“.
Kami menyusun proposal penelitian ini dalam rangka memenuhi salah satu
tugas mata ajaran Riset Keperawatan semester 5 program Diploma III keperawatan.
Dalam menyusun proposal penelitian ini peneliti banyak mengalami
hambatan, namun dengan bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak pada akhirnya
peneliti dapat menyelesaikan penyusunan proposal penelitian ini.
Peneliti menyadari bahwa dalam penyusunan proposal penelitian ini masih
banyak kekurangannya, oleh karena itu saran dan kritik dari berbagai pihak
sangat diharapkan guna penyempurnaan proposal penelitian selanjutnya. Peneliti
sangat mengharapkan semoga proposal penelitian ini dapat memberikan manfaat
bagi kita semua.
Amien
Karawang, 25 November 2011
Penulis
follow sukses di No. 3 ....salam kenal sob to http://ilmu27.blogspot.com/
ReplyDeleteterimakasih soB kunjungan' sukses juga buat sobat'
Deletemakasih. sudah berguna buat aq dan bangsa hihihi
ReplyDeleteDAFTAR PUSTAKANYA MANA GGAANN,,,????????
ReplyDeletedaftar pustakanya mana ya ?
ReplyDeleteterimakasih artikelnya sudah membantu, salam sukses
ReplyDelete